Hari Lahan Basah Sedunia – 2 Februari 2017

Hari Lahan Basah Sedunia atau World Wetlands Day adalah salah satu perayaan hari lingkungan untuk mengampanyekan kepedulian terhadap lahan basah. Mendorong pemerintah, organisasi nonpemerintah, organisasi konservasi, dan organisasi lainnya, serta masyarakat agar menyadari peran penting lahan basah, konservasi lahan basah, dan pemanfaatan berkelanjutan lahan basah.

Tanggal 2 Februari, menandai tanggal ditandatanganinya Konvensi Ramsar (The Convention on Wetlands of International Importance, especially as Waterfowl Habitat). Konvensi Ramsar yang merupakan adalah perjanjian internasional untuk konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan ini ditandatangani di Ramsar, Iran pada 2 Februari 1971. Pemerintah Indonesia pun telah ikut meratifikasi Konvensi Ramsar melalui Keputusan Presiden RI No. 48 tahun 1991.

Sekarang, apa itu lahan basah? Secara sederhana, lahan basah dapat diartikan sebagai setiap wilayah yang tergenang oleh air dangkal, baik sebagian atau seluruhnya, dan secara permanen atau musiman. Baik genangan tersebut terbentuk secara alami ataupun buatan, tergenang oleh air tawar, payau, maupun air asin, serta berupa air diam maupun mengalir. Dengan pengertian tersebut, lahan basah bisa berwujud rawa-rawa air tawar, hutan bakau (mangrove), rawa gambut, hutan gambut, paya-paya, tepian sungai, waduk, sawah, saluran irigasi, hingga kolam.

Lahan basah berbeda dengan perairan. Berbeda dengan perairan, lahan basah umumnya bercirikan tinggi muka air yang dangkal, dekat dengan permukaan tanah, dan memiliki jenis tumbuhan yang khas. Berdasarkan sifat dan ciri-cirinya tersebut lahan basah kerap disebut juga sebagai wilayah peralihan antara daratan dan perairan.

Macam jenis lahan basah dibedakan menjadi dua yaitu lahan basah alami dan buatan. Lahan basah alami meliputi rawa-rawa air tawar, hutan bakau (mangrove), rawa gambut, hutan gambut, paya-paya, dan riparian (tepian sungai). Sedangkan lahan basah buatan meliputi waduk, sawah, saluran irigasi, dan kolam.

Lahu apa manfaat dari lahan basah terhadap masa depan manusia? Kenapa manusia ‘nyaris’ tidak dapat hidup tanpa ketersedian lahan basah? Inilah tujuh alasan dan manfaat lahan basah dalam ‘menyediakan’ masa depan manusia.

Lahan Basah Pemasok Air Bersih

Sebagaimana diketahui, dari total air yang terdapat di bumi hanya 3% saja yang berupa air tawar. Itupun sebagaian besar berupa air beku. (Baca : Berapa Banyak Air yang Bisa Dikonsumsi). Padahal, manusia membutuhkan antara 20-50 liter air perharinya untuk memenuhi segala kebutuhan dasarnya mulai dari minum, memasak, hingga mandi. Lahan basah menjadi wilayah yang kaya akan air tawar. Lahan basah menampung air hujan hingga dapat dimanfaatkan manusia bahkan membantu peresapan air ke dalam tanah sebagai cadangan air bersih di dalam tanah bagi manusia.

Lahan Basah Menyaring Air Dari Limbah Berbahaya

Aktifitas manusia menghasilkan banyak limbah berbahaya. Tidak sedikit limbah-limbah berbahaya tersebut yang kemudian tercampur ke dalam air. Akibatnya, air menjadi tidak layak untuk dikonsumsi. Lahan basah dengan berbagai macam jenis tanaman yang tumbuh di dalamnya mampu menyaring dan membersihkan air dari limbah-limbah yang berbahaya. Penyaringan air dari limbah berbahaya yang berlangsung dengan gratis.

Lahan Basah Sumber Pakan Manusia

Padi sebagai penghasil beras (makanan pokok miliaran orang) tumbuh di sawah. Berbagai lahan pertanian yang mengandalkan saluran irigasi. Ikan yang setiap orang mengkonsumsinya hingga rata-rata 19 kg pertahun, tumbuh dan berkembang biak di rawa-rawa, hutan bakau, hingga muara sungai. Sawah, irigasi, rawa-rawa, hutan bakau, hingga muara sungai adalah sedikit contoh kawasan lahan basah yang keberadaannya menopang ketersediaan pangan bagi manusia.

Lahan Basah Pusat Keanekaragaman Hayati

Lahan basah menjadi tempat hidup bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan, jumlah bahkan lebih besar dibandingkan dengan wilayah lain di muka bumi. Sedikit 100.000 spesies air tawar mendiami lahan basah. Jutaan jenis burung air (di Indonesia saja tercatat hampir 400-an spesies) tergantung pada kelestarian lahan basah. Belum termasuk berbagai jenis hewan dan tumbuhan lainnya.

Lahan Basah Peredam Bencana Alam

Lahan gambut, rawa-rawa, dan jenis lahan basah lainnya mampu menampung, menyerap, dan mengelola air hujan hingga tidak menjadi bencana banjir. Kemampuan menampung air hujan inipun mencegah terjadinya bencana kekeringan. Tumbuhan dalam hutan bakau mampu meredam hantaman tsunami dan abrasi akibat gelombang air laut. Lahan basah mampu berperan sebagai peredam berbagai bencana alam yang mengintai manusia.

Lahan Basah Memerangi Perubahan Iklim

Lahan gambut, salah satu jenis lahan basah, mampu mengikat dan menyimpan karbon (salah satu pemicu perubahan iklim) hingga 2 kali lipat dibandingkan seluruh hutan di dunia. Lahan basah di daerah pesisir seperti mangrove, mampu meredam badai dan tsunami.

Akhirnya, selamat memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2017 dan marilah kita jaga dan manfaatkan secara berkelanjutan lahan-basah di sekitar kita, karena “Lahan Basah untuk Masa Depan Kita”.

sumber artikel: http://www.mata-indonesia.com/lahan-basah-dan-manfaatnya-hari-lahan-basah-sedunia-2017/

#harisedunia #lahanbasah #brosixteen

Leave a Reply